Jenis-jenis pengobatan

Tampaknya ada banyak bentuk pengobatan sebanyak jenis kanker yang ada. Namun masing-masing terapi bekerja dengan cara yang berbeda. Itu karena setiaporang-dan setiap kasus kanker - bersifat unik. Yakinlah bahwa ada tim dokter yang masing-masing spesialis di bidangnya, membantu melakukan semua yang mereka bisa untuk Anda.

Bergantung pada stadium kanker paru Anda, apa prognosisnya, dan apa preferensi Anda, tim kesehatan Anda dapat meresepkan satu atau lebih pengobatan berikut. Perlu diketahui bahwa efek samping yang tercantum di bawah ini hanyalah beberapa efek samping yang dialami. Pastikan untuk bertanya kepada tim pengobatan Anda tentang efek samping yang harus Anda ketahui bergantung pada prosedurnya.


Pembedahan

Kanker diangkat bersamaan dengan beberapa jaringan sehat yang mengelilinginya. Ada berbagai pilihan prosedur bergantung ukuran, stadium, dan penyebaran kanker. Dokter bedah dapat membuang sebagian kecil paru hingga membuang keseluruhan paru.

Efek samping:

Dapat terjadi perdarahan atau risiko infeksi. Sesak napas dapat terjadi namun dapat membaik seiring berjalannya waktu. Pertemuan dengan spesialis pernapasan, atau bernapas dapat membantu. Dokter Anda akan memberi tahu Anda tentang efek samping dari obat spesifik yang diresepkan untuk Anda.


Kemoterapi ID 1330/June 2021

Kemoterapi atau kemo merupakan obat yang mengganggu siklus hidup sel kanker. Pembagian jenis kemoterapi didasarkan atas cara kerjanya. Terdapat kemoterapi yang bekerja dengan merusak susunan DNA atau mengacaukan proses pembuatan DNA sel kanker. Selain itu, terdapat kemoterapi yang mengganggu bagian sel yang dibutuhkan dalam proses pembuatan sel baru sehingga tidak terbentuk sel baru untuk menggantikan sel yang telah mati. Namun demikian, kemoterapi berefek terhadap sel kanker dan sel tubuh yang normal. Terkadang, hanya satu obat kemoterapi yang digunakan untuk penanganan kanker paru pada pasien NSCLC lanjut usia dengan status kondisi tubuh tidak baik. Namun pada kondisi lain, kombinasi dari beberapa obat sangatlah dibutuhkan. Kombinasi obat yang sering digunakan adalah cisplatin atau carboplatin (obat yang terbuat dari platinum) dengan obat lain. Regimen ini disebut juga platinum-doublet chemotherapy. 1,2

Berbeda halnya dengan targeted therapy yang penggunaannya disesuaikan dengan hasil uji molekuler berupa mutasi gen,3 kemoterapi dapat digunakan sejak awal pasien terdeteksi kanker. Mulai dari pasien NSCLC stadium 1b hingga stadium IIIb yang telah dilakukan pembedahan dapat menggunakan obat kemoterapi sebagai terapi adjuvan. Adapun pasien kanker stadium IV yang telah mengalami metastase dianjurkan untuk diberikan targeted therapy sesuai dengan mutasi gen yang terjadi pada sel kanker tersebut.3

Obat-Obat yang Tergolong Kemoterapi

Terdapat sebanyak 40% pasien terdiagnosa penyakit kanker ketika sudah berada pada stadium IV. Tujuan terapi terhadap pasien tersebut adalah meningkatkan harapan untuk bertahan hidup dan mengurangi kejadian atau gejala yang merugikan. Terapi lini pertama yang diberikan untuk pasien NSCLC stadium IV adalah kombinasi kemoterapi. Pemilihan kombinasi kemoterapi tersebut dipengaruhi oleh kondisi jaringan, usia, komorbiditas dan status fisik pasien (performance status). American Society of Clinical Oncology menyatakan terapi untuk pasien dengan nilai status fisik 0 atau 1 adalah kombinasi regimen platinum (Cisplatin atau Carboplatin) dan paclitaxel, gemcitabin, docetaxel, vinorelbine, irinotecan atau pemetrexed.4

Pada umumnya kemoterapi yang ditujukan untuk pasien kanker diberikan dalam bentuk cairan yang diinjeksikan secara lambat melalui vena, sebagian yang lain diberikan dalam bentuk sediaan tablet. Kemoterapi tersebut diberikan dalam beberapa siklus, diantaranya yang paling banyak digunakan ialah siklus 14, 21 atau 28 hari. Dengan adanya siklus tersebut, tubuh memiliki waktu untuk melakukan regenerasi sel.1 Tabel berikut memberikan informasi tentang obat-obatan yang tergolong kemoterapi dan mekanisme kerjanya.5

Efek Samping

Efek samping yang diterima pasien setelah menerima kemoterapi akan berbeda-beda. Ada yang menimbulkan banyak efek samping pada pasien tertentu, adapula pasien yang menerima efek samping lebih sedikit. Ada yang menimbulkan efek samping yang parah, adapula efek samping yang ringan. Efek samping kemoterapi tergantung pada banyak faktor, seperti tipe obat, jumlah dosis, lama terapi, dan kondisi fisik pasien.1

Secara umum efek samping tersebut diakibatkan oleh kematian sel-sel tubuh yang tumbuh dengan cepat, seperti sel-sel pada folikel rambut, usus, mulut dan darah. Kematian sel pada bagian-bagian tubuh seperti itu dapat menimbulkan penurunan sel darah, berkurangnya nafsu makan, mual, muntah, diare, rambut rontok dan luka pada mulut. Efek samping tersebut biasanya akan muncul setelah terapi dimulai dan akan berhenti setelah terapi dihentikan. Namun ada beberapa efek samping yang akan berakibat jangka panjang seperti penyakit jantung, hipotiroid, dan infertilitas.1

Referensi:

  • NCCN, 2018, Guidelines for Patients Lung Cancer NSCLC (version 1.2018), Retrieved from https://www.nccn.org.
  • Eckardt J, 2003, Single-agent Chemotherapy for Non-Small Cell Lung Cancer, Lung Cancer Volume 41, Suppl. 4, S17-S22.
  • NCCN, 2018, NCCN Clinical Practice Guidelines in Oncology (version 3.2018), Retrieved from https://www.nccn.org.
  • Zappa C, Mousa SA. Non-small cell lung cancer: current treatment and future advances. Transl Lung Cancer Res 2016;5(3):288-300. doi: 10.21037/tlcr.2016.06.07.
  • Panchal R. Systemic anticancer therapy (SACT) for lung cancer and its potential for interactions with other medicines. Ecancermedicalscience. 2017;11:764. Published 2017 Sep 4. doi:10.3332/ecancer.2017.764

Terapi Radiasi

Pengobatan ini menggunakan sinar energi yang mirip dengan sinar-x, namun dalam bentuk yang kuat dan terkonsentrasi. Terapi radiasi dapat diarahkan pada kanker dari luar tubuh atau dapat ditempatkan di dalam jarum, atau kateter, dan dipasang dalam tubuh Anda untuk membantu menyerang kanker.

Efek samping:

Radiasi ini biasanya akan hilang setelah pengobatan selesai. Efek sampingnya dapat bervariasi bergantung pada di mana dan bagaimana radiasi diberikan. Efek samping tersebut meliputi kerontokan rambut di tempat pengobatan diberikan, kelelahan, mual/muntah, dan perubahan kulit seperti ruam ringan, lecet, atau pengelupasan. Dokter Anda akan memberi tahu Anda tentang efek samping dari obat spesifik yang diresepkan untuk Anda.


TERAPI YANG DITARGETKAN ID 1330/June 2021

Terapi yang ditargetkan (Targeted Therapy) ditujukan secara “spesifik” pada sel tumor dengan tujuan untuk menghentikan pertumbuhan dan membunuh sel kanker. Pada pertengahan tahun 2000-an, pilihan terapi untuk mengatasi kanker paru hanya terbatas pada kemoterapi, radiasi dan operasi pembedahan. Seiring berjalannya waktu, kini telah ditemukan beberapa pilihan terapi pada pasien yang terdiagnosa kanker paru, salah satunya adalah terapi yang ditargetkan (Targeted Therapy).1

Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup. Tiap sel memiliki fungsi yang berbeda-beda tergantung apa yang terkandung di dalam sel itu sendiri. Nukleus yang merupakan inti dari tiap sel memiliki 23 pasang kromosom yang masing-masing berasal dari orang tuanya. Kromosom tersebut membawa sejumlah gen yang di dalamnya terdapat DNA. Gen inilah yang mengontrol bagaimana suatu sel bekerja.1

Gen dapat mengalami perubahan yang dapat dipicu oleh beberapa faktor, baik faktor dari dalam ataupun luar tubuh. Faktor dari dalam tubuh seperti kesalahan DNA saat melakukan replikasi, metilasi dan transposisi elemen gen dapat menyebabkan mutasi gen. Adapun faktor dari luar tubuh yang mampu menyebabkan mutasi gen adalah paparan sinar X, sinar gamma, sinar UV, paparan kimia yang bersifat mutagen seperti Etil metanasulfonat, nitrosamin, dan nitrogen oksida, serta radiasi sinar kosmik.2

Perubahan gen juga dapat terjadi secara acak. Ada perubahan sel yang membawa pada kemanfaatan. Adapula yang tidak memiliki efek terhadap fungsi tubuh. Namun terkadang perubahan sel membawa kepada pertumbuhan sel yang tidak normal, seperti halnya pada kanker. Terdapat banyak istilah yang menjelaskan proses suatu gen dapat mengalami perubahan, seperti mutasi, fusi, alterasi, translokasi, delesi dan penataan ulang.1 Hasil dari perubahan gen tersebut biasanya disimbolkan dengan beberapa istilah. Beberapa istilah perubahan gen dan obat targeted therapy dapat Anda baca pada bagian “Obat-Obat yang Tergolong Targeted Therapy” di bawah.

Mengapa Digunakan Targeted Therapy ?

Targeted Therapy merupakan kemajuan pengobatan untuk melengkapi apa yang tidak ditawarkan kemoterapi. Tujuan dari Targeted Therapy adalah mengobati tumor pasien secara akurat dengan harapan dapat lebih efektif dan menimbulkan efek samping yang lebih ringan. Secara akurat atau tertarget artinya meringankan tubuh dari efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh obat-obat kemoterapi. Seperti yang kita ketahui bersama, obat kemoterapi membunuh semua sel yang tumbuh dengan cepat di dalam tubuh, termasuk sel kanker. Adapun obat-obat yang tergolong Targeted Therapy hanya ditargetkan untuk membunuh sel kanker yang bermutasi sehingga efek samping yang ditimbulkan lebih sedikit. Dengan demikian, terapi ini mampu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker, bahkan dapat memperpanjang harapan hidup pasien.1

Sebelum ditentukan pemilihan Targeted Therapy, perlu dilakukan uji molekuler pada pasien kanker paru baik dengan menggunakan pengambilan sampel jaringan kanker (tissue biopsy) atau dengan sampel cairan tubuh seperti darah (liquid biopsy). Tujuan dari uji molekuler ini adalah untuk memberikan petunjuk kepada tim dokter Anda dalam menentukan Targeted Therapy yang akan digunakan.1

Obat-Obat yang Tergolong Targeted Therapy

Pada umumnya obat-obatan memiliki 2 nama, nama generik dan nama brand. Badan Pengawas Obat dan Makanan di Indonesia dan Amerika mengelompokkan obat yang tergolong Targeted Therapy berdasarkan perubahan gen yang terjadi. Perubahan gen pada kanker jenis NSCLC (Non-Small Cell Lung Cancer) di antaranya adalah EGFR, ALK, ROS dan BRAF. Tabel berikut memberikan informasi kelompok perubahan gen dan pengobatan Targeted Therapy yang sesuai.1

Selain obat-obat tersebut, terdapat golongan Targeted Therapy lain yang tidak memerlukan uji pendahuluan seperti uji molekuler untuk menentukan perubahan gen apa yang terjadi pada sel kanker pasien. Targeted Therapy jenis ini bekerja dengan mencegah pertumbuhan pembuluh darah. Hal ini akan membuat sel kanker menjadi kelaparan karena asupan nutrisinya terhambat. Obat-obatan jenis ini adalah Bevacizumab dan Ramucirumab.1

Efek Samping

Obat-obatan yang tergolong Targeted Therapy memiliki efek samping yang lebih ringan dibandingkan kemoterapi. Hal tersebut dikarenakan kemoterapi membunuh semua sel-sel yang membelah dengan cepat termasuk sel tubuh yang normal. Adapun Targeted Therapy hanya membunuh sel kanker secara spesifik yang telah mengalami perubahan gen. Efek samping yang paling umum dari jenis terapi ini adalah gangguan pengelihatan, gangguan fungsi hati, kelelahan, mual, gangguan jantung dan paru-paru. Dokter Anda akan memberi tahu Anda tentang efek samping dari obat spesifik yang diresepkan untuk Anda.1

Referensi:

  • Lung Cancer Alliance, 2017, Targeted Therapy for Lung Cancer, Washington.
  • Ishak. (2010). Gene Mutations, Genetic Disease And Pharmacogenetic Genes Disorder. International Journal of Research in Ayurveda and Pharmacy.
  • BPOM. 2019. Cek Produk BPOM 2019. Jakarta. Diakses dari https://cekbpom.pom.go.id/ pada tanggal 12 Juli 2019.

Perawatan paliatif

Pengobatan paliatif membantu meringankan nyeri dan beberapa gejala pada penderita kanker, baik kanker yang diobati maupun yang tidak diobati. Terkadang pengobatan ini disalahartikan dengan hospis, atau perawatan akhir hayat. Hospis adalah perawatan paliatif jenis khusus untuk orang-orang yang kemungkinan hanya memiliki enam bulan atau kurang untuk hidup. Bukan hal yang aneh jika perawatan paliatif digunakan bersama terapi kanker lainnya sebagai pendukung. Perawatan paliatif ini dapat membuat orang lebih nyaman selama menjalani pengobatan lain. Perawatan ini dapat membantu mereka menyelesaikan pengobatan yang diresepkan oleh dokter. Dokter Anda akan memberi tahu Anda tentang efek samping dari obat spesifik yang diresepkan untuk Anda.