Kanker Paru dan COVID-19

Menjaga Asupan Nutrisi selama Pandemi COVID-19

Asupan nutrisi merupakan faktor penting bagi pasien kanker paru. Nutrisi yang baik dan seimbang dapat menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk melindungi, memperbaiki, dan memulihkan sel tubuh. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi efek samping dan komplikasi penyakit pada penderita kanker paru.

Walaupun tidak ada makanan atau suplemen yang secara pasti dapat mencegah infeksi COVID-19, asupan makanan yang sehat merupakan faktor penting untuk menciptakan sistem imun tubuh yang kuat. Berikut adalah upaya yang dapat dilakukan pasien kanker paru untuk menjaga asupan nutrisi khususnya selama pandemi COVID-19 :

1. Menjaga asupan cairan untuk tubuh

Kebutuhan cairan dapat meningkat akibat kemoterapi, demam, diare, dan pengeluaran keringat. Menjaga asupan cairan tubuh dapat dilakukan dengan meminum air putih 6-8 gelas per hari untuk orang dewasa. Cairan tersebut lebih baik diminum secara bertahap, contohnya setiap beberapa jam sekali. Asupan cairan juga dapat diperoleh dari minuman lain seperti susu, jus, milkshakes atau disesuaikan dengan preferensi pasien.

 

2. Konsumsi makanan tinggi energi

Sumber makanan yang mengandung protein (daging, ikan, telur, kacang-kacangan), karbohidrat (nasi, umbi-umbian), dan lemak (susu, kacang-kacangan, minyak ikan, minyak zaitun, daging) dapat menghasilkan energi. Energi dibutuhkan agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Konsumsi makanan dengan kadar lemak yang lebih tinggi dapat menjadi pilihan bagi pasien yang mengalami penurunan nafsu makan, karena secara efektif dapat meningkatkan asupan kalori. Namun pembatasan harus dilakukan jika pasien diharuskan mengikuti anjuran konsumsi makanan rendah lemak. Pasien yang mengidap diabetes juga harus membatasi asupan karbohidrat dan berkonsultasi pada ahli gizi maupun dokter terkait rekomendasi asupan makanan.

 

3. Konsumsi lebih banyak buah dan sayuran

Buah dan sayuran segar mengandung vitamin, mineral, dan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi buah dan sayuran dapat dilakukan secara fleksibel dan disesuaikan dengan pilihan pasien. Misalnya dijadikan snack atau camilan, dikeringkan, dan upaya-upaya lainnya yang dapat meningkatkan nafsu makan pasien.  

4. Menjaga higienitas makanan

Di situasi pandemi COVID-19 ini seringkali kita khawatir terhadap kebersihan dan keamanan makanan. Upaya yang dapat dilakukan diantaranya : menjaga kebersihan; memisahkan makanan mentah dan matang; memasak makanan hingga matang; menggunakan air dan bahan baku/mentah yang aman.  

5. Konsumsi suplemen makanan : vitamin dan mineral

Pemberian suplemen makanan bergantung pada kondisi masing-masing individu, seperti alasan pemberian suplemen makanan, profil genetik, hasil lab, dan risiko kanker. Rekomendasi terkait pemberian suplemen dapat didiskusikan dengan dokter maupun ahli gizi onkologi.

6. Mengatasi perubahan persepsi rasa

Perubahan persepsi rasa pada indra pengecapan dapat disebabkan oleh kemoterapi, infeksi, obat-obatan tertentu, dan penyakit kanker itu sendiri. Pada beberapa orang, perubahan rasa tersebut dapat menurunkan nafsu makan, namun dapat diatasi dengan cara berikut :

  • Menambah atau menguatkan rasa yang diinginkan.
  • Perubahan rasa menjadi metallic taste atau terasa seperti logam dapat diatasi dengan menggunakan rasa yang lebih hambar (tidak terlalu kuat) pada makanan.
  • Perubahan rasa menjadi asin dikontrol dengan memilih makanan yang memiliki kandungan garam yang rendah.
  • Perubahan rasa menjadi manis dapat diatasi dengan memilih makanan yang memiliki kandungan gula yang rendah.
  •  

7. Mengatasi mual dan muntah

Mual dan muntah merupakan efek samping umum dari terapi kanker paru, khususnya kemoterapi. Mengetahui makanan apa saja yang dapat menyebabkan mual atau muntah dapat membantu pasien untuk mencegah serta mengatasinya. Hal yang dapat dilakukan diantaranya :

  • Makan dan minum sedikit namun sering.
  • Temukan waktu yang tepat untuk makan (tanpa merasa mual atau muntah).
  • Pilih makanan/minuman yang mudah dicerna seperti nasi, crackers, kentang, sup, jus, dll.
  • Kurangi paparan terhadap aroma makanan (untuk menghindari mual).
  • Hindari makanan yang dapat memicu rasa mual seperti makanan berminyak, gorengan, dan makanan pedas.

Aktivitas Fisik di Rumah

Aktivitas fisik di rumah direkomendasikan oleh WHO, khususnya selama pandemi COVID-19. Aktif secara fisik dapat dilakukan dengan berolahraga, berkebun, membersihkan rumah, bermain, dan berdansa. Olahraga bermanfaat bagi pasien kanker paru karena dapat meningkatkan kekuatan, daya tahan (endurance) dan mengurangi masalah emosional. Aktivitas fisik yang terencana dengan baik dapat membantu pasien merasa lebih baik dari segi fisik maupun mental. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup bagi pasien kanker paru. Berikut adalah beberapa aktivitas fisik di rumah yang dapat dilakukan penderita kanker paru :

 

1. Latihan Pernapasan (Breathing Exercise)

Latihan pernapasan merupakan aktivitas penting untuk memulai program olahraga, terlebih karena banyak pasien kanker paru yang mengalami kesulitan bernapas. Relaksasi pernapasan dapat mengurangi stress dan rasa gelisah, dengan cara :

  • Ambil napas melalui hidung selama 5 detik.
  • Tahan napas selama 2 detik.
  • Hembuskan napas melalui mulut selama 5 detik.

Pernapasan perut juga dapat menguatkan otot perut, dengan cara :

  • Pasien duduk atau berdiri tegak lalu tangan diletakkan di perut.
  • Hirup napas melalui hidung dengan memanfaatkan otot perut (dicirikan dengan perut yang mengembung), sambil mengangkat tangan ke depan.
  • Hembuskan napas perlahan melalui mulut (seperti pengucapan huruf ‘u’).
  •  

2. Peregangan (Stretching)

Peregangan dapat membantu otot dada lebih relaks sehingga deep breathing dapat dilakukan. Selain itu, peregangan juga dapat meningkatkan kemampuan gerak dan mencegah kekakuan tubuh, melancarkan sirkulasi, meningkatkan elastisitas otot, dan meningkatkan penghantaran oksigen ke otot. Peregangan dianjurkan dilakukan setiap hari secara rutin.

 

3. Latihan Aerobik (Aerobic Exercise)

Latihan aerobik dapat memperbaiki fungsi jantung, pembuluh darah, serta kapasitas oksigen. Latihan ini dapat dilakukan di rumah pada waktu senggang seperti berjalan, menari, atau aktivitas lain yang dapat meningkatkan denyut jantung. Latihan ini dapat dimulai dari aktivitas ringan seperti berjalan santai di rumah atau pekarangan. Latihan aerobik dapat dilakukan beberapa kali sehari dan ditingkatkan intensitasnya dengan menambah jarak atau meningkatkan durasi latihan.

 

4. Latihan Kekuatan Otot (Strength Training)

Latihan kekuatan otot bermanfaat untuk memulihkan kekuatan otot yang melemah akibat gejala maupun terapi kanker. Latihan ini dapat memperbaiki keseimbangan tubuh, postur, dan kekuatan tulang. Pada permulaan latihan, pasien dapat merasakan kelelahan atau hanya dapat melakukan latihan dalam waktu yang singkat, sehingga sebaiknya latihan ini dilakukan secara bertahap, sesuai tingkat ketahanan pasien. Jenis latihan dapat dikonsultasikan kepada dokter atau physical trainer yang berwenang.

Referensi

  1. Michaels C. The importance of exercise in lung cancer treatment. Transl Lung Cancer 2016; 5(3): 235-238
  2. Food and Agriculture Organization of The United Nation. Maintaining a healthy diet during the COVID-19 Pandemic. FAO 2020; 1-3
  3. Levin RM. Nutrition in the Patient with Lung Cancer. Caring Ambassadors Lung Cancer Choices, 3rd Edition. 2016: 1-12
  4. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/question-and-answers-hub/q-a-detail/be-active-during-COVID-19 diakses pada tanggal 19 Mei 2020 20.31


ID-2167/Jun 22.