Kanker Paru: Diagnosis, penyebab & risiko

Seperti yang Anda ketahui, kanker paru adalah penyakit serius yang umumnya terjadi akibat merokok. Namun demikian, non-perokok pun dapat mengalaminya. Hal itu karena kanker paru bisa terjadi akibat terpapar banyak hal di sekitar kita seumur hidup.

Sebenarnya, ada banyak penyebab lain yang juga membuat dokter melihat atau menyaring orang secara lebih dekat karena mereka berisiko mengalami kanker paru. Setelah penapisan, beberapa orang mungkin perlu menjalani lebih banyak tes. Ini membantu tim kesehatan membuat diagnosis yang benar dan mengetahui pendekatan pengobatan mana yang terbaik untuk Anda.

Sekitar 400.000 orang di AS menderita kanker paru.

Lebih dari 221.000 kasus baru kemungkinan didiagnosis pada 2015.


Penyebab dan faktor risiko

Seseorang dapat berisiko terkena kanker paru bergantung pada jenis industri atau tempat kerja mereka, seperti pertambangan, peleburan, atau beberapa pabrik tekstil.

Beberapa penyebab kanker lainnya meliputi

  • Asbestos
  • Mineral radioaktif seperti uranium dan radon
  • Menghirup bahan kimia atau senyawa tertentu seperti arsenik, produk batubara, vinil klorida
  • Paparan berlebihan terhadap asap knalpot diesel

Untungnya, telah ada peraturan dan kebijakan terbaru untuk melindungi pekerja dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Jika Anda bekerja di lingkungan seperti ini, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter Anda.


Tanda & gejala

Centers for Disease Control and Prevention (CDC)/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memiliki pedoman yang mempermudah penentuan siapa yang harus menjalani penapisan berdasarkan risiko kanker paru mereka. Namun demikian, setiap kasus kanker paru bersifat unik, jadi gejalanya dapat bervariasi dari pasien ke pasien. Tidak hanya itu, pada saat gejala diketahui, kanker paru mungkin sudah dalam stadium lanjut. Untuk mempelajari tentang bagaimana kanker paru berkembang, silakan melihat bagian "Penentuan stadium kanker paru."

Apabila kanker paru ditemukan secara dini, seringkali karena kebetulan. Seseorang yang mungkin sedang diobati untuk penyakit lain, atau menjalani prosedur rutin, ketika dokter melihat sesuatu yang tidak biasa pada foto sinar-X dada atau tes diagnostik lainnya. Apabila kanker paru didiagnosis secara dini, ada lebih banyak pilihan pengobatan.

Gejala kanker paru yang terlihat dapat mencakup namun tidak terbatas pada:

  • sering batuk
  • nyeri dada yang semakin buruk ketika batuk, bernapas, atau tertawa
  • sakit atau nyeri pada bahu, punggung, atau dada
  • berat badan turun, tidak lapar
  • sulit bernapas
  • batuk berdahak atau dahak berdarah
  • letih
  • mengi

Periksakan selalu ke dokter Anda jika Anda memiliki kekhawatiran. Mereka akan tahu bagaimana membantu Anda ke langkah selanjutnya.


Penapisan untuk kanker paru

Penapisan adalah saat dokter mencari tanda-tanda kanker paru sebelum ada gejala yang muncul. Jika kanker ditemukan secara dini, ada lebih banyak pilihan pengobatan serta hasil yang lebih baik. Saat ini, hanya ada satu tes yang direkomendasikan untuk penapisan kanker paru. Tes ini disebut tomografi komputer dosis rendah (low-dose computed tomography [LDCT]). Mesin sinar-x menggunakan sedikit radiasi untuk membuat pemindaian paru-paru secara mendetail.

CDC memiliki panduan untuk membantu dokter menentukan siapa saja yang berisiko. Orang-orang yang berisiko meliputi mereka yang:

  • Memiliki riwayat menjadi perokok berat, dan
  • Sekarang masih merokok atau sudah berhenti dalam 15 tahun terakhir, dan
  • Berusia antara 55 hingga 80 tahun

Menurut CDC, yang tergolong perokok berat adalah orang yang merokok satu bungkus rokok per hari selama satu tahun selama 30 tahun atau dua bungkus rokok sehari selama 15 tahun. Jika orang tersebut masuk kriteria panduan ini, maka harus dilakukan tes penapisan kanker paru.


Mendiagnosis

Jika penapisan menunjukkan sesuatu yang tidak sesuai, tim layanan kesehatan akan melakukan tes lebih lanjut untuk menyelidikinya. Dengan cara ini, tim kesehatan dapat membuat diagnosis yang lebih akurat, dan, jika perlu, segera memulai pengobatan. Beberapa tes diagnostik yang dilakukan adalah:

Sitologi sputum

Di sini, mukus (atau sputum) dibatukkan keluar dari paru-paru. Kemudian, sebagian dari sputum tersebut diperiksa di bawah mikroskop untuk mengetahui ada tidaknya sel-sel abnormal. Tes ini berfungsi untuk menemukan tumor yang mungkin tumbuh di jalan napas paru-paru.

Pemindaian tomogorafi komputer (computed tomography [CT])

Disebut juga pemindaian CAT, tes ini dilakukan seperti tes sinar-X. Tes ini sedikit lebih lama karena mengambil banyak gambar dari berbagai sudut yang berbeda. Pemindai CT mengambil gambar dengan cara bergerak melingkar mengelilingi tubuh saat pasien berbaring diam di atas meja. Orang yang menjalani pemindaian CT biasanya perlu dimasukkan larutan kontras (campuran yang membantu membuat gambar detail paru-paru dan jaringan lunak lainnya seperti kelenjar getah bening) terlebih dahulu ke dalam tubuh mereka. Dokter akan menentukan apakah mereka akan meminum larutan tersebut atau apakah larutan tersebut langsung dimasukkan ke tubuh mereka melalui vena. Dokter mendapatkan banyak informasi penting dari tes ini, seperti di mana kanker berada dan seberapa besar ukurannya.

Biopsi

Untuk pemeriksaan yang lebih dekat terhadap pertumbuhan abnormal, sampel kecil diambil baik dengan: jarum; tabung tipis yang panjang; atau operasi. Dengan cara ini dokter dapat memeriksanya di bawah mikroskop.

Tes mutasi

Tes mutasi (juga dikenal sebagai profil molekuler) bersifat sangat spesifik dan mencari perubahan tertentu pada gen kanker seseorang. Dalam hal ini, tim pengobatan Anda akan mengambil sepotong kecil kanker dan menjalankan tes terhadap sampel tersebut untuk melihat apakah terapi obat yang ditargetkan dapat efektif dalam melawan sel kanker tertentu. Perhatikan bahwa tidak semua kanker tepat untuk jenis pengobatan ini.

Tim kesehatan memiliki beberapa pilihan dalam mendiagnosis kanker paru, namun mereka sering menggunakan salah satu dari dua cara berikut, invasif atau non-invasif.

  • Prosedur invasif berarti ada tusukan pada kulit atau sesuatu memasuki rongga tubuh, misalnya melalui mulut Anda
  • Prosedur non-invasif merujuk pada hal-hal yang tidak menimbulkan tusukan pada kulit Anda atau dimasukkannya sesuatu ke rongga tubuh Anda